Bertemu hafiz cilik di OPQ (Olimpiade Pecinta Qur'an)
OPQ jateng. (Cerita)
Banyak cerita yg saya dapat hari ini dan kemarin.
Ketika saya melangkahkan kaki ke Masjid 17 purwokerto sekitar jam 4
sore. Saya disambut oleh anak kecil laki2 umur 6 tahun. Dia bertanya
"mba ikut lomba juga", aku hanya cengar cengir. Nama anak itu AFRA,
saya melihat dia sedang menjahili kakaknya ZAWLA kelas 3 SD IT
semarang, Zawla marah karena dirinya sedang Murojaah / hafalan malah
diganggu. Saya hibur si Afra daripada mengganggu kakaknya yg sdang fokus buat lomba.
"Mba Mona bawa Qur'an gak" tanya Afra"Iya .. saya bawa, kenapa. Kamu mau baca Qur'an . Udah bisa kah" jawab saya
"Iya mau pinjem, mau hafalan juz 29."
Aku hanya cengooo anak umur 6 tahun TK. udah hafal juz 30. 29.
Saya penasaran akhirnya tanya ke Afra "afra, kaka kamu kelas berapa udah hafal berapa juz"
Jawab Afra "kalo kaka kelas 3 SD IT Udah hafal juz 30.29.28.27.26.25. Dan juz 1.2.3"
Aku termenung kembalii :(
"Owww.. pinter yaa kalian, siapa yg ngajarin"
Afra " yg ngajarin ibu. Ibuku udah kerja . Kerja jadi ibu rumah tangga yg setiap hari masak dan ngajarin hafalan sama kaka sama Afra"
Tiba tiba ibunya datang "Assalamualaikum ukh, lagi cerita apa sama Afra" "Waalaikumsalam, hehe lagi cerita banyak bu.. "
Afra "mba mona belum ditanya. Udah hafal berapa juz"
Aku tersipu maluuu dan cengar cengir saja dg pertanyaan Afra
OPQ JATENG
OLIMPIADE PECINTA QUR'AN TINGKAT JAWA TENGAH
Melanjutkan cerita TM saat di masjid 17.
Arfa dan Zawla semakin akrab dengan saya, Zawla bertanya apakah saya sudah bekerja. hmm tentu saya jawab saya kuliah di salah satu universitas di Purwokerto. Zawla menceritakan awal mula dirinya menghafal Al-Qur'an, dan akhirnya mengikuti seleksi Hafidz cilik di RCTI. Zawla belajar membaca Al-Qur'an sejak umur 3 tahun, ya memang ibunya yang sangat rajin mengajarinya, sehingga umur 4 tahun sudah bisa membaca Al-Qur'an. ditambah dengan ayahnya yang memang mendukung akan hafiz hafizah. Ibu Zawla bukan asli Semarang, beliau asli Sumatera dan beberapa kali berpindah pindah tempat akhirnya menetap di Semarang. Sedikit cerita bahwa Semarang itu ada Semarang atas dan Semarang bawah, Zawla menetap di Semarang atas dimana banyak dihuni mayoritas muslim, namun beberapa keluh kesah dari ibu Zawla yang membanding-bandingkan Semarang dengan Purwokerto diantaranya, di Purwokerto enak banyak sekolah MAN, AL-Irsyad, dan lain-lain. tetapi di Semarang adanya SD IT. ya memang susah kata beliau. Beliau juga bercerita dimana Zawla mengikuti Hafiz Cilik di RCTI, dimana syarat minimal 5 juz, dan Zawla saat itu baru hafal 5 juz, akhirnya Zawla mengikuti perlombaan itu. tetapi memang bukan rejeki Zawla untuk lanjut ke tahap selanjutnya. Rasa penyesalan pasti ada, akhirnya Zawla sempat berhenti menghafal sekitar 3 bulanan, demi mengikuti hafiz cilik selanjutnya Zawla kembali semangat untuk menghafal kembali. sekarang Zawla sudah hafal sekitar 9 Juz, di umurnya yang masih muda.
Afra yang duduk disamping saya, memandang tas saya dan bertanya, mba bawa apa saja. saya jawab saya hanya bawa kunci motor, handphone, pulpen, Al-Qur'an, book note. Afra kembali bertanya, "mba mona laper gak, Afra mau ambil cake di Mobil. saya ambil 2 ya, yang 1 buat mba mona, yang satu lagi buat Afra", "iya iya sana bawa yang banyakl ya, laper nih wkwk" canda saya.
"panggilan kepada seluruh peserta OPQ diharap menuju ke sumber suara" terdengar suara yang tak asing bagi saya, ya beliau adalah Ustad Bhayu Subrata yaitu pendiri ODOJ atau One Day One Juz seluruh peserta duduk di masjid bagian depan, dimana posisi akhwat di sebelah kanan dan posisi ikwan di sebelah kiri. terlihat ustad Bhayu yang sedang membolak-balikkan kertas berisi peraturan-peraturan lomba. Disini saya banyak belajar bahwa salah satunya yaitu tentang Tilawah perbedaan dengan Tartil, berbagai lagu seperti pakai imam siapa dan maqamnya apa. hmm memang rada rumit, ketika saya cuma belajar tentang lagu Bayati, shoba, hjaz, nahawan dll. posisi anak-anak yang menghafal biasanya memakai lagu Mohammad Toha Al Junaid atau juga memakai lagu Nahawan, akhirnya pemilihan lagu bebas asal berstandard NTERNASIONAL, wew...
saya sendiri suka sekali dengan lagu Hijaz, dan Shoba. enak saja didengar.
keesokan harinya jam 08.00 hari minggu tibalah lomba tersebut. OPQ tingkat jateng ini sebenarnya melalui seleksi dahulu di tingkat kecamatan, kabupaten dan jateng, nantinya pemenang dari jateng akan maju ke tingkat nasional. ya saya telat datang sekitar jam 08.30, saya jujur pada saat itu ada kegiatan UKMI tapi saya tidak ijin, karena memnag Handphone mati. saya sendiri kuatir takut dikira gak dateng karena apa, ya saya salah tidak ijin dulu ke forum. eitss balik lagi ke lomba. Saya mengantri dibelakang ikhwan, dia gak asing seertinya anak Unsoed juga, "mba ikutan juga" tanya dia, "iya ka", dia mendahulukan saya terlebih dahulu mengambil nomor undian tampil, aisss jreng jreng jreng,,, nomor 3, itulah nomornya. hmmm rada nyesek juga dapat nomor 3, nomor 1 kek biar cepet pulang gitu wkwk. pembukaan sudah mulai dan mc nya mirip banget kaya Dzakir Daulay (Artis), dikirain Dzakir Daulay beneran. sebelum saya maju, terlebih dahulu melihat adik adik tahfiz di ruang SMA Muhammadiyah 1 purwokerto, SubhanAllah sekali Anak-anak kecil sudah hafal, tak terasa air menetes dari kedua mata saya. bukan karena apa apa tapi karena saya terharu. BAlik ke tempat saya berada, eh tiba-tiba temen saya datang ya kaka tingkat sebut saja mba mba lah. beliau udah lulus dari fakultas pertanian, beliauhmm sangat mengerti saya, banyak memberi nasihat juga. yeayyyy, aku malah grogi kalau ada temen deket nonton, -,- alhamdulillahnya beliau pergi saat aku maju ditengah-tengah waktu karena agenda lain. wkwkwkw
Tak sampai selese lomba saya langsung pulang karena memang badan tidak enak, kurang tidur, dan malam itu ada hal yang tak mengenakan bagi saya, sehingga membuat fokus saya terhadap lomba pecah...ya kacau gak di pikiran gak di hati. alhamdulillah saja bisa mengikuti rangkaian acara ini walau tak bisa ke nasional bertemudengan orang orang seperti Syeikh Ali jaber dll. semoga taun besok bisa lolos seleksi kabupaten dan bisa ke tingkat propinsi lagi dan maju ke nasional amin.







0 Response to "Bertemu hafiz cilik di OPQ (Olimpiade Pecinta Qur'an)"
Posting Komentar